Khasanah Islam
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

The Power Of Thinking



Prinsip paling mendasar dalam pemikiran selama ini adalah : “Bila Anda
pikir Anda bisa, maka Anda bisa… tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa
Anda tidak bisa.

Jadi apakah Anda akan berhasil atau gagal, sepenuhnya adalah tergantung
pada diri Anda sendiri.

Kesuksesan atau kegagalan Anda sangat tergantung kepada keputusan mental
yang Anda ciptakan di dalam pemikiran Anda sendiri.

Kesuksesan akan datang dalam bentuk “Bisa” sedangkan, kegagalan akan datang
dalam bentuk “Tidak Bisa”.

Orang-orang yang sukses adalah mereka yang menggunakan seluruh potensi
pikiran mereka yang sangat luar biasa, mereka selalu mengembangkan dan
memaksimalkan potensi dirinya melalui pikiran untuk pencapaian tujuan
mereka.

Mereka memliki pikiran yang positif dengan hasrat dan kepercayaan terhadap
diri sendiri yang sangat luar biasa sekali, semangat mereka membara untuk
mencapai tujuan mereka.

Biasanya mereka selalu memiliki pikiran yang positif dan jernih dalam
melakukan segala perilaku dan tindakan.

Jika Anda dapat menggunakan kekuatan pikiran ini, maka kekuatan ini akan
mengubah mental dan perilaku Anda, tentu saja kehidupan Anda akan berubah
menjadi semakin baik dan positif.

Anda akan selalu terinspirasi dan termotivasi dengan pikiran positif Anda,
tentu akan semakin banyak peluang-peluang positif dalam hidup Anda yang
dapat ditemukan dalam kerajaan pikiran Anda yang sangat luar biasa ini.

Manfaatkanlah sepenuhnya kekuatan pemikiran ini untuk mewujudkan visi yang
sangat luar biasa yang tentunya akan menunjang kehidupan Anda.

Anda adalah satu-satunya nahkoda atau penguasa pikiran Anda sendiri, oleh
karena itu apa yang Anda pikirkan dan tindakan apa yang akan Anda lakukan
setiap hari adalah pikiran Anda sendiri.

Buddha pernah berkata bahwa “Keberadaan kita adalah hasil dari pemikiran
kita dan apa yang kita pikirkan akan membentuk dunia kita.”

Jadi jelaslah bahwa diri Anda adalah penguasa dari pikiran Anda sendiri,
jika Anda berpikir hal-hal yang positif, hidup ini akan positif, begitu
pula dengan sebaliknya.

Andaikata mengalami macet di jalan, tidak perlu berpikiran negative dengan
mengomel atau menggerutu, sebetulnya itu adalah waktu yang sangat tepat
untuk melakukan dan menambah pikiran positif dengan mendengarkan radio
dengan segudang acaranya, seperti mendengarkan cerita-cerita bijaksana dari
Bapak Andrie Wongso (Motivator No. 1 Indonesia), berita/informasi yang
bermanfaat dan berguna, dll.

Inspirasi tentang pikiran, adalah pikirkan selalu yang positif dan selalu
katakan “Bisa”, karena kegagalan akan datang pada orang yang mengatakan
”Tidak Bisa”, jadi lebih baik katakan “Bisa”, mungkin kalimat pentingnya
bisa dirubah sedikit menjadi “Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa…
tetapi bila Anda tidak bisa Anda harus Pikir “Bisa”.

Sumber: The Power Of Thinking oleh Johanes Ariffin Wijaya, penulis buku
best seller “8 Kualitas Mental Positif untuk Meraih Sukses”.

Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan Diri



"Setiap perubahan, meskipun untuk menuju hal yang lebih baik, selalu
diiringi oleh keberatan dan kegelisahan." Arnold Bennett (1867-1931),
pujangga dan novelis asal Inggris

Pengalaman pahit menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan
kita, misalnya tidak dihargai, dilecehkan, difitnah, disakiti, gagal, dan
lain sebagainya. Namun pengalaman terpahit sekalipun dapat menjadi titik
tolak mencapai puncak kejayaan dan kebahagiaan jika kita memiliki kekuatan
memperbaiki diri terus menerus. Alangkah besar keuntungan yang dapat kita
peroleh jika kita mampu membuka kunci kekuatan tersebut.

Salah satu manfaat jika kita selalu memperbaiki diri adalah mampu
mengantisipasi kejadian buruk menimpa kita. Bukankah lebih menguntungkan
seandainya kita terus mencoba mengurangi kebiasaan makan berlebih sebelum
obesitas, berhenti merokok sebelum terserang sakit stroke, atau kebiasaan
buruk lainnya sebelum sakit, dibenci orang dan bangkrut? Dengan terus
memperbaiki diri, keadaan kita sudah siap atau bahkan lebih baik, ketika
muncul sinyal segala sesuatu menjadi sulit.

Kekuatan memperbaiki diri akan membantu kita menyesuaikan diri dengan
perubahan terkecil sekalipun, sehingga tidak sampai terjerembab dalam
kesulitan yang lebih besar. Ibaratnya, seekor katak mungkin langsung
melompat keluar jika dimasukkan kedalam air panas. Tetapi mungkin ia akan
terjebak dalam tungku air dan mati terbunuh jika perubahan suhu dalam air
naik perlahan sampai di titik didih. Artinya, kita tidak akan tergilas oleh
perubahan yang terus berlangsung jika kita terus memperbaiki diri.

Memperbaiki diri akan memberi kita rasa percaya diri dan nyaman dengan
keadaan diri sendiri. Mungkin bila kita melihat seorang pengusaha muda atau
artis sukses berharap dapat bertukar posisi dengannya. Padahal belum tentu
mereka merasa nyaman dengan keadaan mereka sendiri. Artinya kita tidak akan
menderita karena kekurangan zat kepercayaan diri dan harapan, jika
mempunyai kekuatan atau usaha memperbaiki diri terus menerus.

Di dalam kehidupan ini kita akan terus mengalami naik dan turun. Namun
setiap perubahan itu akan terasa menyakitkan jika kita mengabaikan
keharusan untuk terus berbenah. Walaupun kemampuan memperbaiki diri sulit
dimiliki, tetapi beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu kita
membuka kunci kekuatan perbaikan diri.

Pertama adalah milikilah cita-cita dan komitmen untuk mencapainya, sebab
cita-cita akan menjadi daya atau semangat juang Anda. Sehingga Anda tidak
segan memperbaiki kemampuan dan pengetahuan untuk dapat meraih cita-cita
tersebut. Hidup tanpa visi laksana berlayar tanpa tujuan, terasa hampa dan
hidup ini sama sekali tak berguna

Sementara itu Anda juga harus yakin pada visi Anda. Mengutip kata Pablo
Picasso, seorang pelukis asal Spanyol, "Sesuatu yang dapat kamu bayangkan
adalah nyata." Sehingga bila Anda yakin, maka Anda tidak mudah menyerah
melakukan tindakan-tindakan positif agar visi Anda segera tercapai,
misalnya; ingin langsing dengan rajin olah raga, ingin pintar dengan rajin
membaca, ingin lebih dermawan dan dicintai banyak orang dengan membantu
lebih banyak sesama, ingin lebih sukses dengan berusaha lebih keras dan
lain sebagainya.

Syarat lain untuk dapat membuka kunci perbaikan diri adalah kegigihan. Jadi
jangan mudah menyerah ketika menghadapi banyak tantangan atau selalu
menghadapi kegagalan. Kegigihan akan mendorong Anda untuk memperbaiki diri
terus menerus. Seiring dengan kualitas personal dan profesional Anda yang
lebih baik, maka suatu saat tujuan Anda pasti tercapai.

Kunci kekuatan memperbaiki diri adalah mencintai diri sendiri, sebab
masing-masing diantara kita pasti memiliki kelebihan. Disamping itu
masing-masing diantara kita juga memiliki keunikan tersendiri, sebab tidak
seorangpun di dunia ini yang sama persis segala-galanya. Lupakanlah
keinginan untuk menjadi orang lain, dengan meningkatkan kualitas,
kemampuan, dan kebaikan. Dengan begitu, kekurangan kita tak akan lebih
menonjol dibandingkan prestasi, kontribusi, dan kemampuan yang kita miliki.

Masih banyak lagi cara untuk membuka kunci kekuatan perbaikan diri. Namun
yang terpenting adalah motivasilah diri Anda untuk terus melakukan
perbaikan, sebab perubahan besar akan selalu berawal dari dalam diri
sendiri. Ketika Anda sudah menikmati setiap proses memperbaiki diri,
berarti Anda juga telah memiliki kemampuan menjadikan segala sesuatu indah,
membanggakan, dan membahagiakan.

Sumber : Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku
bestseller.

Manajemen Waktu



Bagi Anda yang memiliki aktivitas beragam, waktu adalah sebuah kebutuhan
penting agar mampu menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab sesuai
jadwal. Tetapi bagi sebagian besar orang, akhir-akhir ini waktu sepertinya
berjalan terlalu cepat hingga mereka sudah tak mampu berbuat apa-apa untuk
'mengejarnya'.

Ilmu pengetahuan mengenai manajemen waktu yang selama ini dipercaya mampu
mengatasi persoalan itu, ternyata sudah tidak mampu mengatasi pergerakan
waktu yang begitu cepat berganti dari malam ke pagi, dari pagi ke sore,
dari sore ke malam. Semuanya begitu cepat berlalu tanpa mampu kita sadari
bahwa manusia sebenarnya tidak pernah memiliki cukup waktu.

Teringat tentang sebuah tulisan kuno karya pemenang Nobel Sastra,
Rabindranath Tagore, seorang pujangga besar yang pernah hidup pada abad
kesembilan belas. Dalam tulisannya tentang waktu, Tagore berkata, "waktu
tiada pernah usai di kedua tangan-Mu, oh Tuhan. Tak seorang pun menghitung
menit-Mu. Siang dan malam berlalu, dan usia merekah dan luruh serupa bunga.
Engkau tahu bagaimana menunggu. Abad-abad-Mu saling berlarian untuk
menyempurnakan setangkai bunga liar kecil. Kami tidak punya waktu yang
hilang, dan karena tak punya waktu, kami harus bergegas meraup kesempatan.
Kami terlalu buruk untuk terlambat. Jadi, waktu itulah yang berlalu,
sementara aku memberikannya kepada setiap orang yang bertikai tentang siapa
yang memilikinya, dan altar-Mu kosong persembahan sampai akhir. Di hari
kiamat, aku melangkah ketakutan kalau-kalau pintu sudah tertutup, tetapi
aku mendapatinya di situ bahwa waktu memang tidak ada".

Karya Rabindranath Tagore tentang waktu, merupakan sebuah ilustrasi tempat
kita berkaca dan memahami makna waktu secara sempurna. Waktu adalah ciptaan
kita untuk mengatur pekerjaan dan beristirahat dalam sebuah keseimbangan
yang harmonis, sehingga kita mampu menjaga keseimbangan hidup yang kita
inginkan. Tetapi ketika rutinitas dan ambisi menyita semua porsi waktu,
maka waktu yang kita ciptakan tersebut harus kita atur ulang lagi. Sebab,
ternyata waktu yang telah kita susun sudah tidak relevan dengan kemajuan
zaman.

Kemajuan teknologi telah menghilangkan makna waktu. Sekarang ini jam kerja
untuk perusahaan-perusahaan dan pribadi-pribadi yang beraktivitas dalam
pasar global adalah pagi, siang, dan malam. Setiap pimpinan dan staf dalam
pasar yang beraktivitas dua puluh empat jam harus bisa melek dan siaga
penuh untuk memastikan bisnisnya berjalan sesuai rencana. Tidak ada lagi
tempat untuk saling menyalahkan akibat waktu, setiap orang harus mampu
mengatur sendiri untuk menjaga keseimbangan antara istirahat dan kerja.

Tak ada lagi alasan kemacetan jalan raya sebagai alibi keterlambatan atau
turunnya kinerja. Semua orang juga mengalami hal yang sama. Mulai sekarang,
bangunlah kebiasaan-kebiasaan positif yang menerima keadaan tersebut
sebagai realitas yang harus di jalani. Karena manusia, adalah aset
organisasi terpenting yang mampu hidup menyesuaikan diri dengan semua
perubahan waktu yang terjadi.

Ketika waktu tidak pernah cukup untuk Anda, maka Anda harus segera
membangun budaya kerja dengan kebiasaan baru yang efektif dan positif bagi
kemajuan kinerja. Sekarang saatnya untuk membangun mental positif dalam
menghadapi perubahan zaman yang mengakibatkan Anda kekurangan cukup waktu
untuk bekerja secara baik. Seperti kalimat terakhir dari Tagore yang
berbunyi "waktu memang tidak ada", tidak perlu lagi Anda menunda sebuah
pekerjaan dengan alasan tidak ada waktu. Sebab "waktu" itu memang tidak
pernah ada, yang ada adalah semangat dan motivasi Anda untuk menyelesaikan
semua tugas dan tanggung jawab secara sempurna.

Lantas apa yang harus di lakukan? Jawabannya adalah setiap orang harus
mulai membiasakan diri untuk bekerja seperti cara orang kreatif, yaitu
tidak mengenal waktu dan ruang, dan hanya bekerja berdasarkan
prinsip-prinsip kerja efektif yang berdasarkan pikiran positif, yang mampu
mendukung keseimbangan hidup yang harmonis antara kerja, istirahat,
olahraga, main-main, dan tidur.

Kuburan: Tempat Terkaya di Dunia



Saat anda membaca kata "kuburan" apa yang muncul dalam pikiran anda?
Apakah anda akan langsung teringat orang-orang yang anda kasihi yang
telah lebih dulu meninggalkan dunia ini? Atau anda teringat film
tentang Drakula, Vampire, Kuntilanak, Forever Night, Simanis
Jembatan Ancol, Pemburu Hantu, Dunia Lain, Suara Kubur, atau
gambaran lain yang lebih menyeramkan? Atau mungkin yang muncul dalam
pikiran anda adalah gundukan tanah dengan batu nisan di ujungnya?

Bila saya mendengar kata kuburan maka yang muncul dalam pikiran saya
adalah suatu tempat yang paling kaya di dunia ini. Lho, kok bisa
begitu? Benar, saya melihat gundukan tanah dan batu nisan yang
bertuliskan nama, tanggal lahir – tanggal meninggal. Namun yang
lebih saya perhatikan adalah garis kecil yang memisahkan tanggal
lahir dan tanggal meninggal. Mengapa? Karena garis kecil inilah yang
sebenarnya jauh lebih penting dari pada tanggal lahir atau tanggal
meninggal seseorang. Garis kecil ini menggambarkan kehidupan yang
telah dilalui seorang manusia, apa yang telah ia lakukan dalam
hidupnya, apa yang ia lakukan dengan hidupnya, prestasi apa saja
yang telah ia capai baik untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya,
untuk masyarakat, dan untuk umat manusia.

Garis kecil ini merupakan jawaban dari suatu pepatah bijak yang saya
dengar bertahun-tahun lalu, yang masih sangat kuat mengiang di hati
saya hingga saat ini, "God's gift to you is your life. What you do
with your life is your gift back to God".

Mengapa saya mengatakan bahwa kuburan adalah tempat terkaya di
dunia? Karena ada begitu banyak orang yang sebenarnya tidak hidup
selama mereka hidup, hanya sekedar "ada" atau "exist", hingga mereka
meninggal.

Lha, kalau mereka tidak hidup lalu apakah mereka telah meninggal?
Bukan. Kebanyakan orang hanya sekedar "hidup – hidupan". Mengutip
yang dikatakan Benjamin Franklin, "Most men die from the neck up at
age 25 because they stop dreaming".

Saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Benjamin Franklin.
Dan saya ingin menambahkannya menjadi, "Most men die from the neck
up at age 25 not because they stop dreaming but because they don't
have the courage, passion ,commitment, and burning desire to pursue
their worthwhile dreams while they are awake and alive".

Seorang guru spiritual pernah berkata, "Dalam hidup ada kehidupan.
Kita harus menghidupkan kehidupan ini agar kita benar-benar hidup di
dalam hidup kita, tidak sekedar hidup-hidupan. Setelah kita benar-
benar hidup, mengerti hidup, mengapa kita hidup, dan untuk apa kita
hidup, baru kita dapat membantu orang lain untuk menghidupkan
kehidupan mereka sehingga mereka benar-benar hidup di dalam
kehidupan mereka".

Kuburan adalah tempat terkaya di dunia karena ada begitu banyak
orang yang meninggal dengan membawa impian-impian besar mereka yang
belum terwujud, ke dalam kubur. Mereka menyimpan semua harapan dan
impian mereka tanpa mampu, sempat, atau berani mewujudkan impian
mereka. Ada banyak faktor yang menyebabkan orang tidak hidup sesuai
dengan potensi mereka. Ada banyak pencuri impian yang berkeliaran di
sekitar kita, yang senantiasa siap mencuri impian-impian kita.

Dalam berbagai kesempatan saya berinteraksi dengan orang, saya
selalu melakukan survei kecil-kecilan. Apa yang saya tanyakan? Saya
berusaha mencari tahu benang merah antara bidang pekerjaan atau
karir yang mereka kerjakan sekarang dengan latar belakang pendidikan
formal atau bidang keunggulan mereka. Hasilnya? Selalu membuat hati
saya sedih.

Hampir semua, saya ulangi hampir semua, orang yang saya temui
ternyata melakukan pekerjaan yang berbeda atau tidak sejalan dengan
disiplin ilmu yang mereka pelajari saat masih kuliah. Ada sarjana
arsitek atau teknik sipil yang jadi debt collector. Ada lulusan luar
negeri yang buka depot atau catering. Ada sarjana teknik kimia yang
jadi guru Play Group/TK. Ada sarjana teknik mesin yang jadi sales
mobil atau agen asuransi dan masih banyak contoh lain.

Saya sering menjumpai orangtua dan orang tua yang berkata, "Coba
dulu saya melakukan... pasti keadaan hidup saya berbeda", "Saya
menyesal setelah kini sadar ternyata impian saya yang sesungguhnya
adalah..." Apakah anda pernah bertemu dengan orang-orang seperti ini?

Saya juga sering bertemu dengan orang yang dulunya begitu
bersemangat mengenai masa depan mereka, impian-impian mereka, dan
hidup mereka, ternyata setelah sekian tahun kemudian, saya tidak
lagi melihat passion atau gairah hidup yang dulu pernah ada di dalam
diri mereka. Saat saya bertanya mengenai hal ini jawaban mereka
biasanya, "Yah... kita harus realistis. Ekonomi sekarang lagi sulit.
Dapat kerja atau bisa cari makan saja sudah syukur. Nggak usah macam-
macam lah."

Setelah membaca cerita saya sejauh ini mungkin anda akan
bertanya, "Kalau begitu Pak Adi pasti tidak termasuk orang-orang
yang diceritakan di atas?" Anda salah. Saya juga termasuk orang yang
pernah salah jurusan. Impian-impian saya sempat hampir padam. Namun
saya bersyukur karena saya dapat segera sadar dan segera menyusun
ulang program hidup saya. Saya juga pernah tersesat. Besar harapan
saya, setelah anda membaca cerita saya, anda bisa saya sesatkan
kembali ke jalan yang benar.

Lalu bagaimana caranya untuk bisa mengetahui impian kita yang
sesungguhnya? Butuh waktu untuk melakukan perenungan mendalam.
Impian hidup hanya bisa ditemukan melalui serangkaian proses
perjalanan pencarian ke dalam diri (inner journey). Impian ini hanya
bisa didapatkan bila kita sungguh-sungguh bangun, sadar, dan
mencarinya secara sadar. Impian setiap orang berbeda. Namun bila
impian itu berasal dari lubuk hati terdalam, maka esensi setiap
impian hidup pasti akan sama dan sangat mulia. Karena impian
bersifat sangat pribadi maka saya tidak akan membahasnya dalam
artikel ini. Yang akan saya bahas adalah potensi diri atau bidang
keunggulan kita.

Setelah menemukan impian hidup barulah kita menentukan strategi
untuk mencapainya. Untuk itu, kita perlu mengenal potensi diri. Yang
saya maksudkan dengan potensi diri adalah kekuatan atau bidang
keunggulan kita. Untuk menemukan bidang keunggulan atau potensi diri
yang sesungguhnya maka kita perlu, untuk sementara waktu, melupakan
semua pendidikan formal yang pernah kita jalani. Lakukan analisa
diri dengan cermat dan jujur.

Bidang pekerjaan yang kita lakukan saat ini belum tentu sejalan
dengan potensi diri yang menjadi keunggulan kita. Lalu bagaimana
caranya untuk mengetahui bidang keunggulan kita? Kawan karib saya,
Paulus Winarto, memberikan resepnya dengan sangat gamblang, seperti
yang saya kutip di bawah ini:

1. Kita menyukai pekerjaan/aktivitas tersebut
2. Kita mau melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut meski tidak
dibayar
3. Kita merasakan mudah melakukannya sedangkan orang lain merasa
sulit
4. Semakin sering kita melakukannya maka semakin baik kita dalam
bidang ini
5. Kita sering dipuji orang karena melakukannya (pekerjaan ini mampu
kita lakukan dengan baik)
6. Kita selalu bersemangat saat membicarakan pekerjaan/aktivitas
tersebut
7. Kita selalu bersemangat dan memiliki energi yang besar saat
melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut
8. Kita sering lupa waktu saat melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut
9. Kita merasa puas ketika melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut
10. Kita merasa bangga saat melakukan pekerjaan/aktivitas tersebut
11. Kita mudah mempengaruhi orang dalam bidang pekerjaan/aktivitas
tersebut

Ada seorang kawan saya yang memiliki latar belakang pendidikan
akuntansi namun bekerja di bagian purcashing/pembelian. Saat ditanya
apa pelajaran favoritnya saat di SMA ia menjawab, "Saya sangat suka
bahasa Inggris. Saya selalu mendapat nilai sangat tinggi dalam
bidang studi ini." Saat ditanya mengapa ia memilih jurusan
akuntansi, ia menjawab, "Saya ambil jurusan akuntansi karena dulu
saya pikir jurusan ini menjanjikan masa depan yang baik. Hasil tes
minat dan bakat saya sebenarnya lebih condong ke aspek bahasa."

Kisah lainnya adalah tentang kawan saya, Lina. Kawan saya ini telah
menggeluti dunia desain pakaian selama lebih dari 15 tahun. Ia
selalu berkata bahwa passion-nya adalah di dunia mode. Benarkah
demikian? Ternyata kalau saya cek dengan 11 kriteria di atas maka
dunia mode bukanlah bidang keunggulannya. Mengapa? Karena selama
lebih dari 15 tahun dia tidak berkembang. Semakin banyak job yang ia
dapatkan maka semakin stres dirinya. Bahkan sampai jatuh sakit.

Saya menyarankan ia untuk beralih profesi dengan mengembangkan diri
sejalan dengan bidang keunggulannya. Kembali Lina beralasan bahwa
dunia mode adalah dunianya. Di samping itu semua kawannya sudah
mengenal dirinya sebagai desainer pakaian. Sayang kalau harus
meninggalkan dunia ini karena sudah digeluti lebih dari 15 tahun.

Lalu, siapakah orang yang "menyesatkan" kita sehingga kita melakukan
pekerjaan yang bukan bidang keunggulan kita? Bisa lingkungan, bisa
orangtua, bisa pihak sekolah, bisa siapa saja. Mereka adalah orang
yang sebenarnya bertujuan baik namun masih menggunakan paradigma
lama. Hal ini akan membuat seorang anak tumbuh dewasa tanpa mampu
atau sempat mengembangkan potensi mereka yang sesungguhnya.

Sering kali bidang keunggulan seseorang "dibelokkan" oleh orangtua,
teman, guru, atau orang yang dipandang mempunyai otoritas sehingga
seorang anak, yang nantinya akan menjadi pribadi dewasa, akhirnya
yakin dan mengembangkan diri tidak sejalan dengan potensinya yang
sesungguhnya.

Kawan saya, Ariesandi Setyono, lima tahun lalu, pernah membantu
seorang anak SMU, sebut saja Agus, untuk menemukan bidang
keunggulannya. Agus berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya
terkena stroke dan ibunya kerja serabutan untuk menghidupi
keluarganya. Agus adalah anak laki paling besar yang diharapkan
menjadi tulang punggung keluarganya.

Saat Aries bertanya, "Apa hobi atau kegiatan yang sangat suka kamu
lakukan?" "Saya sangat suka merangkai bunga," jawab Agus cepat. "Ok,
kalau begitu, karena orangtuamu tidak akan mampu membiayai kamu
kuliah, maka sebaiknya kamu belajar di Florist dan mendalami hobimu
untuk dijadikan sumber uang," jelas Aries.

Agus benar-benar menjalankan apa yang Aries sarankan. Agus tidak
kuliah dan begitu tamat SMU, dengan meminjam uang dari ibunya,
langsung belajar merangkai bunga di sebuah Florist terkenal di
Surabaya. Hasilnya? Tahun lalu, saat Agus masih berusia 23 tahun, ia
telah berhasil membeli satu unit ruko di lokasi yang strategis
seharga Rp650 juta tunai. Ia juga mampu membeli mobil baru, seharga
lebih dari Rp100 juta, secara tunai. Yang paling penting adalah ia
mampu menjadi tulang punggung keluarganya dalam hal finansial.

Anda pasti bertanya bagaimana si Agus ini kok bisa begitu berhasil?
Ternyata dari hobinya merangkai bunga Agus kemudian "melarikan"
kecakapannya ini ke bidang wedding decoration. Hebatnya lagi Agus
membidik segmen pasar kelas atas yaitu hanya menerima dekor
pengantin di hotel bintang lima. Apa yang Agus lakukan pasti akan
sangat maksimal karena usahanya dilakukan sejalan dengan bidang
keunggulannya. Kabar terakhir yang kami dengar tentang Agus yaitu
jadwalnya untuk setahun sudah penuh.

Bagaimana dengan anda, para pembaca yang budiman? Apakah anda sudah
mengembangkan potensi anda yang sesungguhnya? Apakah anda selama ini
hanya menjalani rutinitas pekerjaan yang bukan di bidang keunggulan
anda?

Sumber: Kuburan: Tempat Terkaya di Dunia oleh Adi W. Gunawan, lebih
dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pembicara
publik dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di
dalam dan luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be a
Genius, Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success,
Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan ?, dan Hypnosis – The Art of
Subcsoncsious Communication.

4 Langkah Inspiratif untuk Berpikir Kreatif





Dalam kondisi seperti saat ini, dimana dunia sedang mengalami resesi
global. Ada satu hal penting yang seharusnya dapat kita lakukan untuk dapat
bertahan maupun keluar dari keadaan krisis seperti ini yakni berpikirlah
lebih KREATIF. Celakanya, banyak orang yang kemudian menolaknya dengan
berkata "Pak, saya khan orangnya tidak kreatif!". Atau, pernah pula seorang
pengusaha sepatu yang diekspor, berkeluh kesah panjang soal bisnisnya yang
turun baru-baru ini "Pak, sudah upaya segala macam cara. Rasa – rasanya
pikiran saya sudah deadlock, saya tidak punya ide lagi! Kita udah terlalu
lama main di bisnis ini!"

Kita lihat, begitu banyaknya respon negatif yang lebih mudah terlontarnya
dibandingkan respon yang positif dan membangun. Sebenarnya kuncinya adalah
bukanlah masalah bisa atau tidak bisa, tetapi apakah kita MAU untuk
berpikir lebih kreatif dalam situasi sekarang. Dalam artikel berikut ini,
saya akan membagikan kepada pembaca sekalian apa yang menjadi tips yang
tentunya sudah saya aplikasikan untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif
dalam berbisnis.

Intinya, ada 4 langkah inspiratif yang bisa membuat Anda lebih kreatif
berbisnis. Mari siapkan pikiran Anda, terima dan aplikasikan semaksimal
mungkin, percayalah dengan proses berjalannya waktu, Anda bisa membangun
otot-otot kreatif Anda! Inilah langkah – langkahnya…
Pertama, Sedikanlah waktu untuk berpikir!

Inilah langkah pertama untuk menjadikan diri lebih kreatif!

Konon, Thomas Alva Edison yang begitu terkenal dengan berbagai paten
temuannya, sering meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir. Begitu
pula, guru leadership terkenal, John Maxwell yang menulis puluhan buku,
selalu memberi waktu luang berpikir sehingga tetap punya ide-ide yang
`fresh'. Bagaimana dengan Anda? Begitu banyak orang yang saya temukan dan
berbincang – bincang dengan saya yang selalu mengatakan begitu sibuknya dia
sehingga sampai – sampai tidak memiliki waktu sedikit pun untuk berpikir.

Janganlah anggap bahwa waktu untuk jeda berpikir ini adalah waktu yang
tidak produktif. Hal ini berbeda dengan malas. Proses jeda ini seringkali
menjadi tahapan inkubasi untuk mendapatkan ide cemerlang. Bahkan, beberapa
ide ilmiah Albert Einstein diperoleh saat ia bermain biola dan bercukur.
Jadi, untuk menjadi seorang yang dapat berpikir secara kreatif, mulailah
dengan kemauan meluangkan waktu jeda di antara sela-sela pekerjaan Anda.
Bisa dimulai dengan 5 menit, 10 menit, 30 menit. Lama – kelamaan jika Anda
mulai terbiasa, pastilah Anda akan menikmati proses berpikir ini. Mungkin
pada awalnya akan terasa berat dan membosankan, tetapi ingat kembali tujuan
Anda kalau mau menjadi lebih kreatif maka harus meluangkan waktu Anda,
tidak bisa tidak! Percayalah, dengan meluangkan waktu semacam ini, berbagai
ide yang tidak terpikirkan, cara yang tidak terbayangkan, bisa tiba-tiba
muncul untuk mengatasi masalah yang ada.

Kedua, temukan tempat untuk berpikir kreatif!

Diketahui, Walt Disney yang terkenal dengan Disneyland-nya mempunayi 3
kursi yang sudah dibiasakan menjadi tempat latihan berpikir kreatifnya.
Begitupun, dalam langkah kedua ini Anda bisa berusaha temukan tempat yang
bisa dipakai untuk berpikir kreatif. Ini kembali lagi kepada kesukaan
maupun karakter Anda. Mungkin saja Anda lebih suka berpikir sendiri di
ruang pribadi yang tenang, atau mungkin sambil mendengarkan musik, atau
perlu pergi ke suatu tempat misalnya pergi ke gunung, pantai untuk dapat
berpikir secara kreatif, atau mungkin juga dengan pergi rekreasi maupun
jalan – jalan ke pusat perbelanjaan untuk menjadikan Anda lebih kreatif.

Intinya adalah pertama – tama dimulai dengan menyediakan terlebih dahulu
waktunya, kemudian carilah tempat dimana bisa membuat Anda secara bebas
berpikir secara kreatif. Begitu banyak tempat yang bisa menjadikan Anda
penuh dengan ide – ide. Atau jika Anda diberkati dengan memiliki uang
lebih, Anda dapat pula pergi ke luar kota ataupun ke luar negri untuk
mendapatkan ide – ide sehingga menjadi lebih kreatif. Dengan Anda merenung,
memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, mengamati suatu peristiwa,
pastilah Anda akan menjadi lebih kreatif. Bahkan sekarang dengan kemajuan
teknologi informasi, ide – ide untuk berpikir secara kretif pun dapat
ditemukan melalui Internet.

Ketiga, Paksakan diri untuk berpikir!

Dua langkah di atas saja sebenarnya sudah dapat menjadikan Anda kreatif!
Tetapi selalu ada satu kata yang membuat kita belum menjadi kreatif, yaitu
M-A-L-A-S. Ayo, paksakan diri Anda keluar dari rasa malas! Paksa diri Anda
untuk menyediakan waktu dan tempat untuk berpikir. Awalnya mungkin terasa
berat, tetapi terus dan teruslah mencoba dan berusaha. Biasakan terus diri
Anda dengan memaksakan sehingga dalam diri Anda tercipta suatu pola untuk
disiplin berpikir kreatif!

Saya pun jadi teringat oleh salah satu pembicara dunia yang mengarang buku
7 Habits, Stephen R. Covey yang pernah mengatakan, "We are limited but we
can push back the borders of our limitations". Betul sekali kalau kita
adalah orang yang terbatas, tetapi jika kita memaksakan diri kita, maka
kita akan bisa keluar dari batasan – batasan yang ada.

Keempat, Mintalah bantuan orang lain yang lebih kreatif untuk membantu!

Langkah terakhir, jika Anda tetap saja masih belum bisa berpikir kreatif,
gunakanlah kemampuan Social Intelligence Anda. Mintalah bantuan kepada
orang – orang, rekan, sahabat yang Anda nilai lebih kreatif, sehingga Anda
akan mendapatkan ide – ide segar dan menarik darinya!

Intinya adalah setiap orang Tuhan ciptakan dengan penuh kreatifitas!
Pertanyaannya apakah kita mau untuk menyediakan waktu untuk berpikir –
menyediakan tempat untuk berpikir – memaksakan diri untuk berpikir – serta
meminta bantuan kepada orang lain yang lebih kreatif untuk membantu.
Mulailah dahulu dari diri Anda sendiri! Mulai hari ini jadikanlah diri Anda
menjadi pribadi yang penuh dengan kreatifitas, sehingga dari Anda akan
muncul banyak ide – ide yang akan berguna baik untuk pekerjaan, usaha,
bisnis, keluarga, persahabatan bahkan berguna untuk membantu bangsa
Indonesia ini bebas dari krisis! Selamat berpikir kreatif dan menjadi
pemikir kreatif!




Ilmu Kepemimpinan ala Steve Jobs

Mendiang Steve Jobs dikenal sebagai CEO fenomenal ketika memimpin Apple, yang kini termasuk perusahaan paling kaya di dunia. Di bawah kepemimpinannya, Apple menelurkan gadget ikonik seperti iPod, iPhone sampai iPad.Tentu banyak pelajaran yang bisa dipetik dari seorang Steve Jobs. Seperti sifat kepemimpinannya yang menonjol.Berikut beberapa pelajaran kepemimpinan yang bisa diambil dari seorang Steve Jobs:

- Fokus
Kala kembali menahkodai Apple pertenganan tahun 1990-an, Jobs menghadapi tugas untuk memulihkan perusahaan yang hampir bangkrut. Dia memfokuskan strategi bisnis Apple dengan membuang produk yang dinilai tidak menjanjikan seperti printer. Apple fokus ke bidang komputer dan perangkat portabel yang terbukti sukses.Meski kerap berselisih, pendiri Google Larry Page sempat minta wejangan pada Jobs. "Google sekarang ada di mana-mana. Di lima produk apa Anda ingin fokus? Buang yang lain karena mereka menyeret Anda turun. Mereka membuat Anda seperti Microsoft. Anda mengeluarkan produk yang cukup baik namun tidak hebat," kata Jobs pada Page. 

- Kesederhanaan .
Jobs dikenal suka dengan hal minimalis dan kesederhanaan. Ini terpancar dari desain di gadget Apple yang minimalis. Bersama kepala desain Jonathan Ive, Jobs meminta sekrup dan tombol di gadget Apple diminimalisir. Jobs meminta pula user interface di iPod bisa melakukan tugas dalam tiga kali klik. Alhasil penggunaan produk Apple dikenal tidak kompleks. Mengapa harus dibuat rumit jika bisa dilakukan dengan sederhana? Mungkin itu filosofi Jobs. 

- Bertanggung jawab penuh.
Jobs dikenal suka mengontrol segala sesuatu. Apple pun bertanggungjawab terhadap seluruh user experience pengguna gadgetnya. Dari hardware sampai konten, Apple mengurusi semuanya. Hal ini cukup kontras dengan perusahaan lain yang mungkin tidak mengurus seluruh pengalaman pemakaian user.

- Mengejar.
Apple tidak selalu berada di depan, namun mereka mampu mengejar dan melebihi pemimpin industri. Contohnya kasus komputer iMac original yang tidak bisa melakukan burn CD. Sebagai kompensasi, Apple menciptakan iTunes Store yang terbukti revolusioner. Jobs kemudian melihat smartphone bisa jadi ancaman iPod karena dapat memutar musik. Karena itu ia menciptakan iPhone. Ya, iPhone mungkin mengkanibalisasi iPod, namun Jobs punya alasan sendiri. "Jika kami tak mengkanibalisasi diri sendiri, orang lain akan melakukannya," katanya.

 - Produk Bagus.
Apple menghasilkan banyak profit. Keuntungan itu dihasillkan oleh produk yang bagus. Jadi Apple fokus membuat produk bagus terlebih dahulu. Jobs pernah menyatakan jika divisi sales dan marketing mengambil alih perusahaan, maka produk yang dihasilkan akan jelek."Jika orang sales menjalankan perusahaan, orang di produk tak begitu berarti. Itu terjadi ketika Apple dipimpin John Sculley dan terjadi ketika Steve Ballmer memimpin Microsoft," kata Jobs suatu kala.

 - Memotivasi.
Jobs punya sifat yang dijuluki 'reality distortion field', di mana dia bisa memotivasi orang di sekitarnya menembus batas dan melampaui apa yang mereka anggap mustahil. Banyak kejadian membuktikan bahwa dia motivator ulung.Kala Jobs mendekati perusahaan Corning untuk memakai Gorilla Glass di iPhone, CEO Wendell Weeks menyatakan ia tidak dapat memproduksi kaca yang cukup dalam waktu 6 bulan sesuai permintaan Jobs. Jobs menyatakan "Jangan takut. Ya, Anda dapat melakukannya. Pikirkan bagaimana caranya. Ya, Anda bisa melakukan itu,". Akhirnya, Corning dapat memproduksi cukup Gorilla Glass kurang dari 6 bulan. 

 

Kalimat Inspiratif Bill Gates


Siapa tidak kenal Bill Gates? Pendiri perusahaan software raksasa Microsoft ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Dia juga dikenal sebagai dermawan yang banyak sekali menyumbangkan uang bagi aktivitas kemanusiaan melalui yayasan Bill & Melinda Gates Foundation.

Dalam beberapa kesempatan, drop out dari Universitas Harvard ini mengemukakan beberapa quote yang mungkin bisa menginspirasi. Berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber:

- Saya sungguh memiliki banyak impian ketika masih kecil dan saya pikir hal itu tumbuh dari fakta bahwa saya punya kesempatan untuk banyak membaca.

- Saya gagal dalam beberapa subyek saat ujian, namun teman saya lulus semuanya. Sekarang dia bekerja sebagai seorang insinyur di Microsoft dan saya adalah pemilik Microsoft.

- Jika Anda tidak bisa membuatnya dengan baik, setidaknya buatlah terlihat baik.

- Tidak masalah untuk merayakan kesuksesan, namun lebih penting untuk memperhatikan pelajaran dari kegagalan.

- Berlakulah baik kepada para nerds. Ada kemungkinan Anda akan bekerja untuk salah satu dari mereka.

- Dalam bisnis ini, saat Anda menyadari sedang berada dalam masalah, sudah terlambat untuk menyelamatkan diri. Kecuali Anda ketakutan setiap saat, Anda musnah.

- Teknologi hanyalah alat. Untuk membuat anak-anak bekerja sama dan memotivasi mereka, guru adalah yang paling penting.

- Jika Anda pikir guru Anda adalah orang yang keras, tunggulah sampai Anda memiliki bos.

- Televisi bukanlah kehidupan yang nyata. Di kehidupan sebenarnya, orang-orang harus meninggalkan warung kopi dan pergi bekerja.

- Jangan merengek-rengek tentang kesalahan Anda, belajarlah dari kesalahan itu.

- Saya yakin jika Anda menunjukkan orang permasalahannya dan menunjukkan pada mereka solusi, mereka akan bergerak untuk beraksi.

- Saya mengambil langkah raksasa dan segera. Jika Anda berada di tempat dan waktu yang tepat dan memiliki visi ke mana teknologi baru akan menuju namun Anda tidak beraksi, Anda tidak akan pernah bisa sukses.

Karir Mentok? Sudahkah Berinvestasi pada Diri Sendiri?

Seorang salesman sukses pernah berujar: “Perusahaan ini maunya apa, sih? Saya sudah bekerja selama 5 tahun, selalu mencapai target, tidak pernah dinaikkan pangkat, malahan, target saya setiap semester dinaikkan. Apa perusahaan mau menyaksikan kegagalan saya? Karir saya mentok di perusahaan ini....” .

Secara logis tidak ada perusahaan yang ingin “menggencet” karir seseorang, namun ada beberapa hal yang menyebabkan individu merasakan keterhambatan karir. Bisa saja kompetensinya bagus dibidang penjualan, tetapi di bidang penyeliaan dan manajerial dia lupa mengembangkan diri. Terkadang kita terlena pada rutinitas dan penghasilan tetap, sehingga merasa bahwa tidak ada jalan untuk membuat nilai tambah pada diri sendiri secara sadar dan terencana. Tepat pada saat kita merasa ”helpless” itulah karir kita memang betul mentok.  Padahal sebagai profesional, kita harus berkembang bagaikan mesin yang selalu ter “tune up” dan siap menanggung beban tantangan terkini.

Yang jelas, sudah tidak jamannya lagi mengharapkan pihak lain, atau perusahaan  bertanggungjawab atas pengembangan diri kita. Jangan lagi berkata, ”Aduh, gimana tidak gatek...., perusahaan aja tidak memberi saya laptop”. Atau,“Mana sempat kursus, lembur sampai malam dan sampai di rumah pun saya masih harus mengurus rumah tangga”. Profesional yang berhasil adalah mereka yang meyakini bahwa tanggung jawab untuk masa depan dan pengembangan karir ada di tangan dirinya sendiri. Lihatlah kenyataan bahwa orang yang karirnya menanjak punya kebiasaan luar biasa yang menyebabkan dirinya tidak berhenti”walk the extra mile” untuk berinvestasi di dalam dirinya. Tidak jarang pula kita menyaksikan kenyataan bahwa beberapa profesional yang sudah mencapai usia lanjut tetapi tetap laku dan  ”terpakai”. Bila kita cermati baik baik, profesional senior ini memang belum berhenti ”mengisi” dirinya.   Investasi pada diri sendiri, hukumnya: seumur hidup.

Investasi pada Wawasan dan Ketrampilan.


Kita tidak bisa tampil sebagai seorang yang lamban, sulit diajak berkompromi, keras kepala dan merasa bahwa kita sudah ”mumpuni”. Sikap seperti itu adalah sikap dari profesional yang sudah akan lengser. Kita perlu tampil sebagai seorang yang terbuka, mau belajar dan bisa menyerap setiap isu dengan cepat.

-         Cari Cara Kilat Perluas Wawasan : Bangun habituasi membaca dan optimalkan jaringan web untuk mencari tahu hal yang selama ini tidak ada sumbernya. Gunakan teknik speed reading seperti scanning dan  skimming, untuk menyerap bacaan dalam waktu singkat, mengingat banyaknya materi bacaan sehubungan dengan industri  dan profesi yang kita tekuni tidak bisa kita cerna semuanya. Paksakan diri untuk mengingat dan mengotak atik data dan fakta karena sampai kapan pun seorang profesional perlu fakta dan data bila ingin mengambil keputusan atau memecahkan masalah.

-         Kuasai ”Soft Skill” melalui Mentor: Cara-cara komunikasi, negosiasi, persuasi memang bisa dibaca di buku. Namun, cara yang paling baik adalah mem-”benchmark” langsung dari orang  di sekitar kita. Saya belajar untuk bersabar, dari tukang kebun saya, sebaliknya belajar ”memasang kuping”, meningkatkan kepekaan pendengaran dari  si DJ putra tercinta.  

Investasi pada Ketrampilan Manajerial

Ketrampilan manajerial tidak sama dengan ketrampilan teknis. Padahal inilah cikal bakal ketrampilan menuju jenjang  manajemen top. Satu-satunya jalan adalah mengambil kesempatan untuk belajar memimpin kelompok, mempraktekkan teknik-teknik manajerial, dan menggunakan alat-alat manajemen seperti agenda, perencanaan,  laporan, lembar kontrol dengan displin ketat sehingga cara kerja manajerial ini menjadi kebiasaan baru.

Hal yang juga kerap dianggap sepele adalah pengelolaan manusia. Hanya melalui komunikasi efektif-lah seseorang bisa membuat orang lain bergerak, bekerja bahkan berkinerja. Untuk itu latihan melakukan negosiasi, briefing,  coaching dan counseling harus dikuasai sedini mungkin. Hanya dengan ketrampilan inilah seseorang bisa menguasai teknik teknik ”bekerja melaui tangan orang lain” .

Investasi pada Portfolio Sosial

Ada professional yang bila ditanyai berapa relasi yang dia ingat, di dalam maupun di luar perusahaan, hanya bisa menghitung sampai angka 20. Bandingkan dengan profesional yang mempunyai ratusan relasi, keluarga, kerabat, tetangga, teman, atasan, manajemen top. Portofolio sosial kita terdiri dari bukan orang yang kita kenal, tetapi orang yang kenal  dan mengingat  kita.

Investasi pada Perangkat Kerja

Kita perlu bisa diakses dan perlu berkomunikasi diluar waktu kerja biasa. Sudah tidak jamannya lagi, kita dengar seorang beralasan: “ oh telpon saya low bat “ Bisa saja orang berkomentar terhadap sikap kita: ”Masakan mengelola batere satu telpon saja tidak bisa...”. Mengoptimalkan fungsi ponsel, komputer, dan perangkat kerja lainnya merupakan suatu keharusan.

Investasi pada Kebugaran Diri

Sediakanlah waktu yang cukup untuk berolahraga, menjaga asupan makanan, menjalani dengan baik pola hidup sehat. Demi kebugaran jiwa, ciptakan waktu  untuk  berkontemplasi, merenung dan menjalankan ibadah sehingga menjadikan diri kita bugar jiwa bagaikan batere yang di ”charge”  kembali.(experd/kompas)

Mulailah berinvestasi pada diri  sendiri, maka orang lainpun tidak akan ragu berinvestasi pada kita.

Tips menulis Curiculum Vitae


Seringkali  banyak calon pelamar. Tidak hanya yang tergolong fresh graduates, namun juga oleh mereka yang sudah bekerja dalam waktu yang cukup lama. Sebenarnya menulis Curriculum Vitae (CV) tidaklah sulit asalkan kita sudah mengetahui hal-hal apa saja yang akan kita masukkan. Anggapan menulis CV haruslah panjang-lebar dan berbunga-bunga juga justru akan menyulitkan kita untuk menuangkan informasi mengenai diri kita dengan mudah. Oleh karena itu, sebelum memulai menuliskan CV, pikiran Anda harus tenang dulu dan pilih waktu yang pas agar Anda dapat menuliskannya dengan teratur.

Agar lebih terarah dalam menuangkan informasi mengenai diri Anda, berikut adalah aspek-aspek utama yang harus Anda jabarkan:

  1. Data Pribadi
  2. Tujuan posisi yang dilamar
  3. Pengalaman kerja
  4. Pendidikan
  5. Aktivitas dan pelatihan yang pernah diikuti
  6. Keahlian yang dimiliki
Dengan mengingat aspek-aspek utama tsb, dijamin tidak ada informasi mengenai diri Anda yang terlewat untuk dituliskan dalam CV Anda. 

Data Pribadi


Berbicara mengenai data-data pribadi Anda, seperti nama, usia, alamat, nomer telpon yang dapat dihubungi serta alamat e-mail Anda.

Tujuan Posisi yang dilamar


Dalam bagian ini, Anda perlu menuliskan tujuan dari posisi yang akan Anda lamar. Jangan biarkan perusahaan yang Anda tuju mereka-reka posisi atau bidang yang Anda minati. Memberikan satu-dua kalimat deskripsi dari bidang pekerjaan yang Anda minati dapat memberikan gambaran yang lebih jelas bagi yang membaca.

Pengalaman Kerja


Sudah tentu Anda perlu menuliskan pengalaman Anda selama ini, baik yang bersifat formal maupun informal, baik yang digaji secara bulanan atau harian/ proyek. Banyak yang beranggapan, bahwa apabila hanya dilakukan dalam hitungan bulan, pengalaman tsb tidak perlu dituliskan. Anda tidak pernah tahu apa yang benar-benar diinginkan oleh perusahaan dari diri Anda, apalagi Anda juga belum memiliki kesempatan untuk bertemu dan secara interaktif menjelaskan pengalaman Anda. Nah, tidak ada salahnya apabila Anda menuliskannya juga, apalagi jika pengalaman tsb berkaitan dengan pekerjaan yang Anda lamar.

Untuk memudahkan pembaca mengetahui pengalaman kerja Anda, sebaiknya tulis pengalaman Anda mulai dengan pengalaman yang terbaru. Hal penting yang sering dilupakan adalah, tidak adanya deskripsi mengenai apa saja yang Anda kerjakan pada masing-masing pengalaman kerja Anda. Bukankah pada kesempatan ini Anda bisa lebih ‘menjual diri’ Anda, apalagi bila Anda memiliki prestasi-prestasi yang bisa dibanggakan? Namun, yang perlu diingat apa yang Anda tuliskan itu memang harus benar-benar Anda alami, bukan mengada-ada.

Riwayat Pendidikan


Tidak perlu Anda tuliskan mulai dari Anda bersekolah di jenjang sekolah dasar. Cukup tuliskan pendidikan terakhir Anda saja. Jika Anda melanjutkan pendidikan setelah S-1, jangan lupa untuk menuliskan pendidikan Anda mulai dari S-1 dst. Sertakan juga fotokopi ijazah dan transkrip Anda agar memudahkan perusahaan untuk membuat pertimbangan. Jangan anggap remeh dengan tidak melampirkan fotokopi dan ijazah transkrip apabila perusahaan memang memerlukan dan mempersyaratkan data Anda dalam hal tsb. Bukan tidak mungkin CV Anda akan segera diabaikan oleh perusahaan jika Anda lupa mencantumkannya.

Aktivitas dan Pelatihan yang pernah diikuti


Bagian ini juga jangan sampai luput untuk dituliskan. Aktivitas yang dimaksud tidak hanya yang berkaitan langsung di lingkungan kampus bagi Anda yang fresh graduates, tetapi juga aktivitas sosial lainnya. Tuliskan pula peran Anda pada aktivitas tsb dan jangan lupa untuk menjabarkan kontribusi yang Anda berikan. Bagi Anda yang sudah bekerja dan selalu mengikuti aktivitas profesi Anda secara rutin, tidak ada salahnya Anda tuliskan pula. Demikian halnya dengan pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti, khususnya pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan yang Anda lamar.

Keahlian yang dimiliki


Jangan ragu-ragu untuk menjabarkannya termasuk sejauh mana penggunaannya dalam aktivitas Anda. Misalnya, mahir menggunakan salah satu program komputer. Tuliskan pula proyek atau tugas Anda yang menggunakan ketrampilan Anda tsb. Atau, bila Anda mahir menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, jelaskan dalam kesempatan apa Anda memakainya.

Jangan lupa untuk memeriksa kembali penulisannya agar tidak terjadi kesalahan. Anda boleh menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dan pastikan Anda menggunakan tata bahasa dan pilihan kata yang tepat. Pakailah tipe huruf yang mudah dibaca seperti Arial, Times New Roman, Book Antiqua atau Garamond. Pergunakan kertas yang bersih, sebaiknya yang berwarna putih atau sejenisnya, dengan ketebalan yang standar sehingga mudah dipegang. Jika Anda diminta oleh perusahaan untuk menambah data atau informasi lain, misalnya gaji yang diharapkan dan pas foto Anda, jangan lupa pula untuk melengkapinya.(experd/kompas)

Selamat mencoba!

Tips Membuat CV yang informatif

Dalam suatu proses rekrutmen tahap seleksi paling awal adalah tahap seleksi administratif dimana akan sangat mengacu pada CV Anda. CV yang menarik bukanlah CV yang terlalu panjang lebar dengan tampilan yang mencolok. CV yg menarik adalah CV yang sangat informatif bagi employers. Berikut adalah tips dalam membuat CV yang Informatif  :

a. Personal Information : tidak perlu semua data pribadi Anda dituangkan, cukup singkat namun padat informasi, seperti Nama lengkap, tanggal lahir, agama, kewarganegaraan, marital status serta alamat dan nomor telp/HP yg mudah dihubungi

b. Education : cukup tulis 2-3 jenjang pendidikan terakhir dengan keterangan yang jelas atas nama institusi, tahun masuk-keluar, serta Nilai akhir/IPK

c. Employment History / Organizational History : Bagi yang sudah memiliki pengalaman kerja tuliskan dengan runtut berdasarkan tahun, pengalaman kerja dengan keterangan Nama perusahaan, posisi & yang paling penting adalah job descriptions pada posisi tersebut. Bagi yang masih fresh graduate tuliskan pengalaman organisasi baik di dalam/ di luar kampus, khusunya yang berperan sebagai ketua/koordinator

d. Training & Courses : Informasi ini dapat menggambarkan keahlian tambahan yang Anda miliki

e. Special Qualification : Tuliskan keahlian-keahlian yang Anda kuasai sehingga dapat menjadi nilai plus bagi Anda

Selain kelima point di atas hal lain yang tak kalah penting adalah penyertaan foto terakhir, penulisan CV yang rapi dan dalam format berbentuk pointer sehingga mudah dipahami juga akan membuat CV Anda menjadi semakin menarik bagi employers.

Selamat mencoba & Semoga Berhasil 

Pekerjaan Tidak Sesuai Minat, Apakah Saya Telah Gagal ?


Idealnya kita bekerja sesuai minat atau sesuai latar belakang pendidikan, dan kebanyakan orang pasti berpikir demikian. Namun kenyataan seringkali berbeda, dikarenakan kondisi atau tuntutan yang ada sehingga mengharuskan kita ‘banting setir’ dan menekuni bidang yang tidak kita sukai atau diluar keahlian kita semula.

Apakah ini artinya Anda harus menyesali keadaan dan tidak bisa menemukan kegairahan dalam bekerja ? Apakah artinya Anda telah gagal ? Jawabannya : TIDAK, dan adalah merupakan pilihan bagi Anda untuk menjadikan hidup dan pekerjaan anda menyenangkan atau tidak, yaitu dengan mengubah cara berpikir Anda sendiri. Anda sendiri yang menentukan makna dari pekerjaan saat ini, yang pastinya berdampak pada keberhasilan di masa mendatang.

Benarkah Anda Telah Gagal ?

Seringkali kegagalan berawal dari persepsi atau pemikiran diri kita sendiri. “Karena teman-teman berhasil di bidang yang sesuai pendidikan mereka, karena saya malu jika ditanya orang tua, saya malu karena sudah buang waktu sekolah lama-lama tapi tidak bisa menerapkan, atau karena saya tidak suka jadi ini berat bagi saya...” merupakan beberapa alasan mengapa kita menganggap diri kita gagal.

Anda bisa menilai diri gagal, namun orang lain belum tentu menganggap demikian. Banyak sekali alasannya. Bahwa Anda tetap bisa menjalankan pekerjaan dengan baik atau bisa memberikan kontribusi bagi kesuksesan kerja tim, bahwa Anda adalah rekan kerja yang menyenangkan, anggapan bahwa Anda sudah sangat membantu perekonomian keluarga, bahwa Anda tidak lagi tergantung secara finansial pada orang tua, menjadikan orang lain tidak pernah menganggap diri Anda gagal dalam bekerja.

Berhasil atau gagal, apa tolok ukurnya ?

Perlu diingat bahwa penilaian akan keberhasilan atau kegagalan tidak melulu ditentukan oleh kita sendiri, namun juga orang lain atau lingkungan kita. Standar yang kita pakai juga menentukan arti keberhasilan atau kegagalan. Anda menganggap keberhasilan dinilai dari materi, pengakuan lingkungan, kesenangan pribadi, minat dan idealisme, atau ada hal lain ? Anda tentunya tidak bisa memborong semuanya karena hal ini akan membuat Anda makin stress dan terbebani. Ingat, tidak ada orang yang sempurna. Buatlah prioritas mengenai target atau standar Anda sendiri, dengan dasar pemikiran yang paling realistis.

Jika Anda merasa materi paling penting saat ini, tentunya Anda harus cukup realistis dan tidak lagi memusingkan mengenai suka tidak sukanya anda dengan bidang kerja, dan lebih fokus pada bagaimana mengoptimalkan kemampuan dan mengejar target kerja sebaik mungkin. Jika pengakuan lingkungan menjadi prioritas, apapun bidang kerja Anda, asalkan bisa menghasilkan kinerja terbaik otomatis Anda bisa mendapatkan pengakuan tersebut.

Walaupun minat Anda sesuai kadang kinerja masih banyak faktor lain pada diri Anda yang bisa berpengaruh pada kepuasan dan keberhasilan, termasuk faktor kemampuan, karakter pribadi, atau sikap kerja, selain masih segudang faktor eksternal yang perlu disiasati. Selain itu, karena kita mahluk sosial, biasanya peran lingkungan masih tetap kuat, demikian pula faktor terpenuhinya kebutuhan hidup. Artinya apabila Anda benar-benar fokus pada minat dan idealisme, maka Anda harus berbesar hati mencari kesempatan yang sesuai, walaupun harus dengan bekerja sangat keras dan terpaksa mengorbankan prioritas lain untuk saat ini, misalnya dalam hal materi atau pendapatan dan sebagainya.

Apa yang Harus Dilakukan ?

a.   Anda bisa mulai dengan membuat checklist mengenai plus minus pekerjaan Anda sekarang. Apa yang Anda senangi dan tidak, apa manfaatnya bagi Anda dan apa kerugian yang Anda dapatkan sejauh ini. Anda juga bisa mencari informasi terbaru mengenai segala peluang dan ancaman terkait pekerjaan tersebut saat ini dan mendatang, baik secara spesifik di perusahaan Anda bekerja atau secara umum di bisnis yang anda tekuni.

b.  Cermati pula kekuatan dan kelemahan diri Anda berdasarkan masukan dari rekan kerja, atasan atau keluarga, selain pengamatan Anda terhadap keberhasilan proyek kerja atau tugas-tugas sejauh ini.

c.   Apabila Anda memutuskan untuk tetap di bidang kerja saat ini, masih banyak cara mengoptimalkan kinerja Anda dan mendapatkan pengakuan atas keberhasilan Anda. Susun target-target spesifik, mulailah dari jangka pendek dan yang paling realistis agar Anda bisa memenuhinya secara optimal.

d.   Jika Anda memutuskan kembali ke ‘jalur’ pendidikan atau minat Anda, buatlah rencana yang matang dengan memperhitungkan segala aspek, kerugian yang Anda akan alami di waktu dekat serta tindakan antisipasinya. Cari tahu ke sebanyak mungkin rekanan atau sumber informasi lain (website, buku, koran dan sebagainya) demi melengkapi analisa Anda. Perlu diingat juga, Anda perlu mencermati lagi apakah kesempatan itu harus dalam bentuk pekerjaan formal ataukah bisa dilakukan secara paruh waktu, atau bahkan berusaha mandiri (wiraswasta) ? Ingat, Anda tetap harus mengukur kemampuan dan meramalkan keberhasilan Anda, dan memulai tindakan secara hati-hati, sehingga Anda bisa mengevaluasi setiap langkah dan tidak gegabah dalam bertindak.(experd/ kompas)

Apapun pilihan Anda, Andalah yang menentukan keberhasilan atau kegagalannya selama Anda sudah memperhitungkan betul setiap langkah dan mengantisipasi segala resikonya. Semoga sukses !

Tips Praktis Merawat Kemampuan Kreativitas Otak


Sulit mengeluarkan ide segar saat meeting?

Sukar mencari cara terefisien melakukan pekerjaan Anda?

Tidak mampu melihat cara lain dari penyelesaian masalah praktis?

Keadaan di atas boleh jadi merupakan tanda-tanda benak Anda membutuhkan ‘makanan baru’. Rutinitas pekerjaan, tekanan produksi dan tenggat waktu yang ketat seringkali membuat kita melupakan kesempatan me-recharge baterai alami sekaligus prosesor komputer tercanggih yang kita miliki: Otak.

Kebiasaan beraktivitas, pola makan dan teman-teman gaul Anda, perlu diperiksa lagi agar kecanggihan mesin ajaib di tubuh kita ini dalam keadaan terawat. Kebiasaan lama ibarat jalan tol sepanjang 100 km menuju lokasi tujuan yang dilalui oleh ribuan kendaraan. Namun, aktivitas baru dapat dianalogikan dengan jalan setapak sangat mungkin berjarak 50 km ke lokasi yang Anda tuju. Jadi mendengar musik yang itu-itu saja dan membaca surat kabar yang sama setiap hari membuat Anda merasa jalan tol ini adalah rute paling ‘dekat’ menuju tujuan Anda.

Berikut ini beberapa tips yang dapat membuat Anda lebih cepat membangun dan menemukan ‘jalan setapak’ baru yang lebih singkat:

  1. Baca majalah/ surat kabar / buku dengan topik yang belum pernah Anda kenali sebelumnya. Informasi yang sama sekali baru, adalah bahan bakar dari proses kreatif Anda.
  2. Ikuti kelas-kelas keterampilan baru, seperti: kursus fotografi, keterampilan menulis kreatif, kursus mematung, kursus menggambar atau kursus menari India. Aktivitas motorik yang sama sekali baru dapat memberi perspektif baru dalam kegiatan sehari-hari yang Anda jalani.
  3. Hasilkan sesuatu: artikel, tulisan, gambar, sketsa dan lukisan. Anda dapat juga membuat coretan berupa simbol-simbol dari alur pekerjaan Anda. Coretan berupa simbol dapat membantu Anda berpikir secara simbolis dan visual. Bila Anda terbiasa berpikir dengan kata-kata, berpikir dengan gambar, akan memudahkan lahirnya ide baru. Perasaan produktif juga dapat memacu Anda untuk menghasilkan hal lain lagi.
  4. Lakukan Olahraga ritmis dan bersifat aerobik secara teratur. Berenang, jogging dan jalan cepat bermanfaat jika kita sedang tersendat saat berpikir suatu masalah. Aktivitas repetitif semacam ini memudahkan kegiatan berpikir di bawah sadar ‘meloncat’ keluar.
  5. Nikmati musik. Dengarkan lagu-lagu dari jenis musik yang berbeda dari yang biasa Anda dengar. Ingin melakukan aktivitas mental yang lebih rumit? Belajar untuk memainkan instrumen musik baru.
  6. Memasak. Ini serius! Mengolah makanan yang mentah menjadi sajian yang matang dan menggoda dengan seluruh proses prosedur memasak melibatkan seluruh otak Anda. Jika ingin sekalian menikmatinya, jangan lupakan kerang, ikan laut. Makanan berprotein tinggi, adalah amunisi andalan bagi otak Anda.
  7. Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru. Membangun hubungan dengan orang baru menambah persepsi baru tentang hidup dan kehidupan. Pelajari cara orang lain memandang masalah dan menyelesaikannya.
  8. Lalui rute baru di perjalanan Anda. Secara aktif mencari jalur alternatif baru selain menambah peluang menghidari kemacetan juga dapat melatih kemampuan keruangan dan daya ingat.
Jadi jangan biarkan sel-sel otak Anda diam sehingga lama-kelamaan menyusut. Rawat dan kembangkan kemampuan Anda agar benda ajaib ini dapat berproduksi optimal.(experd/kompas)
Share

Planetcopas