Khasanah Islam

Prinsip Kerja Spherometer

SPHEROMETER adalah alat untuk mengukur kelengkungan permukaan. Spherometer adalah menggunakan perangkat dalam mengukur radius kelengkungan permukaan bola. Sebagai contoh, dapat digunakan untuk mengukur ketebalan slide mikroskop atau kedalaman depresi pada slide. Bahkan kelengkungan bola dapat diukur dengan menggunakan Spherometer. Spherometer terdiri dari mikrometer sekrup berulir ke tripod kecil dengan skala vertikal diikat. Kepala sekrup memiliki disk lulus digunakan untuk mengukur putaran fraksional dari sekrup. Skala vertikal digunakan untuk mengukur tinggi atau kedalaman kelengkungan permukaan. Pembagian skala vertikal berada di 1 mm, yang merupakan pitch dari benang sekrup. Kepala sekrup yang lulus ke dalam 100 divisi. Spherometer terdiri dari scrup yang bergerak ditengah-tengah dan mempunyai 3 kaki yang ujungnya merupakan titik sudut sama. sisi atasnya berbentuk piringan berbentuk lingkaran melekat pada scrup dan pembagian skalanya pada pinggir piringan,batang skala sejajar dengan skrup.

Secara umum spherometer terdiri dari: A. Sebuah lingkaran dasar tiga kaki luar, cincin, atau setara, memiliki radius yang diketahui dari lingkaran dasar. Perhatikan bahwa kaki luar spherometer ditampilkan dapat dipindahkan ke bagian dalam lubang set untuk mengakomodasi lensa kecil. B. kaki pusat, yang dapat menaikkan atau menurunkan. C. perangkat pembaca untuk mengukur jarak pusat kaki dipindahkan. 
PRINSIP KERJA SPHEROMETER 
Spherometer ini dapat mengukur kedalaman sebuah lengkungan. Saat spherometer diletakkan pada lensa (permukaannya lengkung) maka pada skrup pusat akan berputar naik atau turun sesuai dengan kelengkungan yang dimiliki lensa tersebut. sedangkan 3 kaki yang sama sisi lainnya memantapkan posisi spherometer pada lensa agar tidak mudah bergeser. Pada saat skup pusat berputar mengikuti lengkungan lensa, maka piringan yang terletak pada kepala skup akan ikut berputar. Sehingga dapat terbaca skala kelengkungan lensa dengan memperhatikan skala yang ada dipinggir piringan dengan skala 0 – 10,0 m ke atas jika lensa yang diuku lengkung ke atas dan 0 – 10,0 ke bawah jika lensa yang diukur lengkung ke bawah dan ditambah dengan skala piringan yang bernilai 0,01 m. 
PERHITUNGAN JARI-JARI BOLA DENGAN MENGGUNAKAN SPHEROMETER 
Jika pada spherometer akan mengukur diameter bola maka : Pertimbangkan lingkaran dimana DE jarak diameter yang membagi dua AC. Lihat gambar di samping Jika kita mengetahui jarak BC dan DB kita dapat menemukan jari-jari lingkaran sebagai berikut:





Maka dapat disimpulkan bahwa R= r^2/2h+ h/2h
Dimana, 
R = jari-jari bola 
h = ukuran yang diperoleh oleh Spherometer 
r = jarak pusat skrup dengan skrup yang disampingnya 

 Sumber : simplefisika.blogspot[dot]com

0 comments:

Posting Komentar

Share

Planetcopas